28 Apr 2026

Benny Moerdani, Legenda Intelijen asal Blora

Namanya Leonardus Benjamin Moerdani, lebih dikenal sebagai Benny Moerdani atau L.B. Moerdani. Leonardus Benjamin Moerdani adalah salah satu Jenderal paling berpengaruh dalam sejarah Indonesia, khususnya dalam bidang intelijen.

Jenderal Benny Moerdani


Benny Moeddani lahir di Blora tanggal 2 Oktober 1932 atau tepatnya di Cepu pada masa kolonial Hindia Belanda. Benny Moerdani lahir dalam keluarga campuran, ayahnya adalah seorang muslim bernama R.G. Moerdani Sosrodirjo dan ibunya adalah seorang berdarah campuran Indonesia-Eropa(Jerman) atau dikenal dengan nama Indo, bernama Jeanne Roech.

Ayahnya R.G. Moerdani Sosrodirjo adalah seorang pegawai Nederland Indische Spoorweg Maatschappij alias perusahaan kereta api Hindia Belanda. Ibunya adalah seorang guru TK pada saat itu. Benny Moerdani adalah anak ke-3 dari 11 bersaudara. Benny Moerdani besar di keluarga campuran yang meskipun ayahnya Moerdani Sosrodirjo adalah seorang muslim, ia mentolerir istri dan anak-anaknya mengimani Katolik.

Tahun 1945 usia Benny Moerdani sekitar 13 tahun, di sinilah perjalanan kisah militer Benny Moerdani dimulai. Salah satu peristiwa penting yang diikuti Benny Moerdani ketika itu adalah ikut dalam penyerangan kempetei di Solo pada 12 Otober 1945. Tak lama setelahnya Benny bergabung dengan tentara pelajar. Saat itu adalah masa-masa pembentukan Tentara Keamanan Rakyat(TKR) yang merupakan cikal bakal ABRI.

Benny Moerdani kemudian masuk Pusat Pendidikan Angkatan Darat (P3AD). Dalam buku “Benny : Tragedi Seorang Loyalis” Julius Pour menyebutkan bahwa Benny Moerdani muda memulai pelatihan pada 1951 dan terpilih mengikuti pendidikan tambahan di Sekolah Pelatih Infanteri(SPI). Ia lulus pada tahun 1952 dengan pangkat Letnan Cadangan (Pembantu Letnan Satu). Dalam kariernya Benny Moerdani pernah ditempatkan sebagai instruktur dalam Sekolah Kader Infanteri. Benny Moerdani resmi menjadi perwira militer professional saat usianya sekitar 22 tahun pada 4 Juli 1954 dengan pangkat Letnan Dua Infanteri.

Penempatan pertamanya setelah berpangkat Letnan Dua Infanteri Benny Moerdani ditempatkan di Kodam Siliwangi di Jawa Barat.

Benny Moerdani dikenal sebagai seorang yang berani dan heroik, salah satu diantara yang paling terkenal adalah kesuksesannya dalam operasi ‘Naga’ dalam operasi pembebasan Irian Barat. Tahun 1962 Benny Moerdani yang saat itu berpangkat Kapten sukses memimpin operasi perintis di Merauke, Papua. Operasi ini memberi jalan atas mulusnya operasi militer besar-besaran yang digelar guna merebut Irian Barat. Berkat jasannya ini Benny Moerdani mendapat penghargaan Bintang Sakti dari Presiden Soekarno.

Namun di sisi lain keberanian Benny Moerdani ini juga sempat membuat karier militernya terhambat. Hal ini dikarenakan di tahun 1964 ia berani memprotes rencana penghapusan tentara cacat dari RPKAD, ia berpendapat bahwa sebagai prajurit yang cacat karena operasi di Irian Barat adalah sebagai pahlawan bukan prajurit yang harus dibuang. Benny Moerdani yang dianggap membangkang atas perintah Panglima Angkatan Darat saat itu yaitu Letnan Jenderal Ahmad Yani, Benny Moerdani dipindahkan dari RPKAD ke Kostrad.

Setelah masuk Kostrad inilah Benny Moerdani mulai bersentuhan secara intens dengan dunia intelijen. Benny Moerdani ditarik oleh salah satu pejabat Kostrad yakni Ali Moertopo yang juga orang kelahiran Blora menunjuknya sebagai wakil asisten intelijen. Tugas-tugas Benny Moerdani selama di Kostrad dalam dunia intelijen salah satunya adalah terlibat dalam operasi intelijen di Malaysia saat Indonesia berkonfrontasi dengan Malaysia karena pilihan politik Presiden Soekarno saat itu. Akan tetapi ia juga menjadi tim yang mempersiapan perundingan normalisasi hubungan Indonesia-Malaysia setelah Soeharto menjadi pejabat Presiden.

Tahun 1974, tak lama setelah peristiwa Malari, Benny Moerdani juga ditarik Ali Moertopo untuk menangani masalah-masalah intelijen Hankam. Ia kemudian ditunjuk menjadi pejabat asisten intelijen menteri pertahanan dan keamanan. Benny Moerdani juga memegang jabatan-jataban lain di dunia intelijen Indonesia.

Prestasi besar lainnya dari Benny Moerdani adalah saat ia merencanakan dan memimpin sendiri pembebasan sandera dalam insiden pembajakan pesawat Garuda Indonesia Woyla di bandara Don Muang Bangkok, Thailand pada 31 Maret 1981. Saat itu pangkatnya sudah Letnan Jenderal (Letjen) TNI dan menjawat sebaga Kepala Pusat Intelijen Strategis (Kapusinterlstrat). Dalam operasi ini Letjen Benny Moerdani menggalang pasukan sendiri dengan bantuan pasukan Kopassus yang direkrut secara mendadak. Operasi pembebasan sandera ini berjalan sukses sehingga para perwira yang terlibat di dalamnya mendapatkan anugerah kehormatan.

Dalam dunia intelijen Indonesia pada saat menjabat Benny Moerdani menjadi tokoh intelijen yang paling dipercaya oleh Presiden Soeharto setelah Ali Moertopo. Benny Moerdani juga berhasil mengkonsolidasikan berbagai Badan Intelijen Negara hingga akhirnya baran intelijen ini benar-benar di bawah kontrol dan kendalinya.

Benny Moerdani tidak pernah memegang jabatan komando di unit yang lebih besar dari batalyon, akan tetapi pada tahun 1983 Benny Moerdani dipromosikan menjadi Jenderal penuh oleh Presiden Soeharto dan diangkat sebagai panglima ABRI. Benny Moerdani adalah orang yang loyal terhadap Negara, dan karena jabatan Panglima ABRI inilah yang membuat Benny Moerdani memiliki kekuasaan yang sangat besar pada masa pemerintahan Presiden Soeharto. Akan tetapi jabatan ini pula yang membuat Benny Moerdani dikenal sebagai Jenderal yang kontroversial karena penuh intrik dan juga tragedi. Benny Moerdani juga dikenal sebagai Jenderal yang jarang tersenyum atau unsmiling general hal ini tentu berbeda terbalik dengan Jenderal Soeharto yang dikenal sebagai smiling general.

Selain pernah menjabat sebagai Panglima ABRI(1983-1988) Jenderal Benny Moerdani juga pernag menjabat sebagai Menteri Pertahanan dan Keamanan(Menhankan) dalam Kabinet Pembangunan V pemerintahan Presiden Soeharto tahun 1988-1993 setelah masa jabatannya sebagai Panglima ABRI berakhir.

Jabatan-jabatan yang pernah dijabat Benny Moerdani dalam jabatan komando keamanan dan intelijen diantaranya :

- Panglima Komando Pemulihan Keamanan dan Ketertiban (Pankopkamtib) - merangkap jabatan ini pada saat menjadi Panglima ABRI.

- Kepala Pusat Intelijen Strategis (Kapusintelstrat) jabatan ini kini dikenal sebagai Kepala BAIS TNI.

- Asisten Intelijen Hankam/ABRI

- Wakil Kepala Badan Koordinasi Intelijen Negara (Waka BAKIN)

Baca Juga
Latest
Next Post

0 Comments: